Wednesday, January 21, 2009

fhoto'' saat hari raya saraswati





tanam lombok

begitu hal nya dengan lombok , kita memberikan modal ke petani lombok untuk menanam lombok di sawahnya sendiri atau dimana saja terserah para petani , kemudian dari hasil lombok itu pun kita akan ambil 20% dari bagi hasilnya karena tujuan kita adalah penggalangan dana tanpa harus meminta ke umat hindu jadi kami rasa cara'' yang kami lakukan sekarang ini sudah cukup untuk meringankan beban masyarakat serta menumbuhkan kesadaran umat untuk berdana kalau biasanya umat enggan untuk berdana dengan cara'' ini secara nggak sadar mereka telah melakukan dana punia , dan selama ini sambutan dari umat yang telah merasakan dan memahami arti dari program yang kami canangkan semua ngerasa bersyukur dan senang , ini termasuk bonus yang kami dapatkan setelah sekian lama susah payah membentuk jalan berliku kami percaya niat yang tulus akan menghasilkan sesuatu yang baik walau penuh liku , semoga langkah kami ini mendapat dukungan umat di manapun berada marilah kita bergandeng tangan membantu mereka yang kekurangan , kekayaan tak akan ada artinya bila kita tak mau berdharma , apapun yang kita miliki hanyalah titipan yang kuasa maka nggak ada salahnya kita melakukan nya , untuk tanaman lombok ini berjalan di daerah sempu , genteng banyuwangi.

penggaduhan kambing

langkah awal kami dalam menjalankan program'' dalam peningkatan SDM masyarakat dimulai dengan penggaduhan kambing dan untuk sememtara di fokuskan di banyuwangi dulu , di awal kami menawarkan program ini banyak masyarakat yang menolak bahkan menertawakan bahwa program ini akan berhasil melihat kehidupan masyarakat yang memang sudah pada tarap ekonomi menengah , banyak sudah cobaan yang kami hadapi mulai dari di tolah umat , di kembalikan kambing yang digaduh beberapa hari , 1 bulan kambingnya meninggal saat melahirkan , bahkan yang lebih parah lagi membatalkan perjanjian menggaduh kambing padahal kambing dah di belikan , namun segala rintangan itu kami anggap sebagai tantangan yang menyenangkan karena tanpa tantangan kita nggak akan pernah dewasa ibarat pohon semakin tinggi akan semakin kencang angin yang menerpanya jadi bukan menjadi halangan bagi kami tuk terus melangkah tapi semakin mengobarkan semangat kami untuk terus berusaha dan pada akhirnya sedikit demi sedikit masyarakat mulai menerima n mendukung langkah kami , satu persatu mulai banyak yang meminta kambing untuk mereka gaduh bahkan kini telah mencapa 18 kambing yang berada di sumber kembang timur , ringin 3 dll juga seekor sapi .
para penggaduh itu antara lain :

1. pak meselan dari ringin telu , 7 ekor kambing jawa
2. pak surib dari ringin telu 2 kambing gibas
3. pak ran dari sbk timur 2 kambing jawa
4. bu supin dari sbk timur 5 kambing jawa
5. pak jan dari sbk timur 2 kambing jawa
6. pak eko dari sbk timur 1 ekor sapi

dengan jumblah kambing yang lumayan banyak kami berharap untuk 2 atau 3 tahun kemudian dari hasil nya dapat kita kembalikan ke umat entah dalam bentuk apa yang pasti kami akan lebih mementingkan segi pendidikan , dan peningkatan SDM masyarakat.

sedangkan pembagian hasilnya adalah setelah di bagi dengan penggaduh hasilnya akan di ambil 20% untuk digunakan sebagai dana ke pura setempat , dana operasional , dan dana simpanan bila mana terjadi kerugian misalnya kambing yang kita gaduhkan meninggal dunia maka dari dana tersebut kita ambilkan untuk menutupi kerugian itu , sedang yang 80% akan kita kembangkan lagi dengan harapan dari yang 80% itu kita tetap bisa membantu umat lebih banyak lagi

program _ program teratai

organisasi tanpa dana ibarat melangkah tanpa kaki , apa yang kita lakukan semua juga memerlukan dana dan dari mana dana itu kita dapatkan tentu juga harus kita fikirkan bersama tapi yang harus kita fikirkan bagaimana kita mencari dana tanpa harus menyusahkan masyarakat tapi malah membantu masyarakat juga berdana punia ah sesuatu yang kelihatannya sulit n rumit mana mungkin kita ingin meraih 3 hal sekaligus dalam 1 langkah , tapi setelah difikirkan dan di rembukan dengan seluruh anggota akhirnya kami menemukan beberapa cara yang kiranya bisa kami jalankan bersama yaitu penggaduhan kambing dan pemberian modal ke umat untuk menanam cabe yang hasilnya nanti di ambil 20 % . karena menurut kami selama ini umat hindu terbiasa dengan pemikiran yang praktisnya saja , misalnya ketika pura punya dana sedikit saja pemikiran kita langsung bagaimana menggunakan uang itu untuk pembangunan pura tanpa memikirkan apakah uang tersebut cukup untuk membangun pura apa nggak yang penting membangun pura dulu istilahnya di cicil sedikit'' akhirnya juga selesei dan pemikiran semacam ini juga nggak salah karena nggak mungkin kita membangun pura sekaligus langsung jadi padahal dana yang ada nggak mencukupi. dari sinilah pemikiran itu timbul agar umat hindu mampu memberikan kontribusi yang besar pada kelangsungan generasi penerus agar nggak seperti yang dulu.

langkah dalam menggapai impian

om swasty astu

dalam mengerakkan laju organisasi tentunya kita punya tujuan dan keinginan apa yang ingin kita wujudkan dalam pembentukan paguyuban teratai ini terutama dalam hal pendidikan dan peningkatan SDM masyarakat hindu adapun visi dan misi kami antara lain:
  1. membentuk organisasi yang berlandaskan dharma dalam menjalankan roda organisasi dengan mengutamakan kebersamaan
  2. meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pendidikan hindu karena kita semua menyadari pendidikan sangat penting dalam hidup yang penuh perubahan
  3. meningkatkan SDM masyarakan dengan berbagai program yang kita canangkan dengan melibatkan masyarakat secara umum
bagaimanapun masih terlalu banyak yang harus kami lakukan untuk memujudkan impian itu karena kami juga baru berdiri jadi masih banyak kekurangan di sana sini yang di harapka bisa lebih sempurna dengan berjalannya waktu

perayaan hari raya saraswati




om swasty astu

hari raya saraswati yang di peringati pada tanggal 3 januari 2009 sebagai hari raya turunnya ilmu pengetahuan suci dari ide sang hyang widhi wase di laksanakan pada hari minggu 4 januari 2009 , karena kami nggak bisa melaksanakan di hari minggu menyesuaikan dengan keadaan kami yang hanya bisa mengambil hari minggu sebagai hari libur kita , hari raya saraswati kali ini dirayakan dengan penuh syukur apalagi dengan kehadiran teman baru yang artinya ada seseorang yang semula beragama islam pindah ke agama hindu yang mana kepindahannya di penuhi dengan berbagai konflik bukan hanya penolakan dari berbagai kalangan sebelumnya dari keluargapun nggak ada yang bisa menerima keputusan nya ini , namun ternyata teman kita ini tetap teguh berpegang pada prinsipnya bahwa hindu lah agama terbaik baginya , nggak dihiraukannya segala cacian dan umpatan , dan sebenarnya pula sudah 2 tahun dia berpindah dan mempercayai agama hindu tapi baru kemarinlah dia berani tampil dan mengungungkapkan semuanya karena berbagai alasan itu , dan kami dari teratai menerima nya dengan tangan terbuka bahkan besyukur bahwa denga keberanian yang kuat dia berani mengungkapkannya , berbagai pertanyaan muncul dari teman'' atas kepindahannya , dan banyak dari kami yang merasa terharu banget , apalagi dengan berbagai kejadian yang dia alami sungguh itu suatu anugrah , dia tak lain bernama ayu dari jogjakarta , jadi bukan hanya perayaan sederhana saja yang membahagiakan dari kami pada hari raya saraswati kali ini , yang seluruh acaranya terbilang sukses dari awal acara sampai akhir acara yang ditutup dengan kendurian di salah satu taman di dekat pura

Tuesday, January 20, 2009

sejarah terbentuknya paguyuban teratai


om swasty astu

boleh di bilang teratai prasada yang berhasil didirikan di hongkong merupakan organisasi yang beranggotakan semuanya para wanita yang semua bekerja di hongkong sebagai tkw , yang berasal dari berbagai daerah di indonesia antara lain , banyuwangi , malang , kediri , blitar , lampung , bali dll , kami berkumpul membentuk organisasi ini dengan tujuan agar umat sedharma bisa merayakan hari raya bersama , karena jauh di negeri orang yang kebanyakan penduduknya beragama budha , kristiani dan sebagian besar tkw nya beragama islam , sulit bagi kami untuk mencari tempat ibadah sesuai agama hindu, dan secara kebetulan kami menemukan tempat ibadah kuil nya orang budha yang letaknya di happy valley , jadi di tempat inilah kami biasa melaksakankan kegiatan keagamaan , semua bisa berjalan lancar karena dari pihak pemilik pura pun memberikan kebebasan kepada kami untuk merayakan dan bersembahyang sesuai dengan adat istiadat kami yang dari indonesia mereka nggak memaksa kami untuk melakukan dan mengikuti kegiatan mereka , suatu anugrah tak terhingga yang patutnya kita syukuri , dan sejak itulah kami tak pernah meninggalkan kegiatan keagamaan yang di laksanakan setiap minggu ke 3 sebagai dharma santi