setelah kami benar'' menjadi dua organisasi yang berbeda dan kami melepaskan nama IWHDI HONGKONG dan menyerahkan kepada mereka yang sebenarnya tak punya hak sama sekali atas nama IWHDI HONGKONG dan menyerahkan seluruh aset yang kita punya kepada mereka kami berfikir positip dan yakin bahwa setelah ini nggak akan ada lagi masalah yang akan terjadi karena kami telah punya kepengurusan sendiri kami juga nggak perlu lagi menyinggung apapun yang di lakukan mereka , namun ternyata bukan itu yang terjadi malah sebaliknya mereka tanpa sepengetahuan kami dan minta izin ma kami telah menulis surat ke MEDIA HINDU tentang kegiatan yang kami lakukan dalam rangka perayaan hari raya nyepi sebagai kegiatan yang mereka lakukan semua hasil karya dari mereka , sungguh kami tak habis fikir kok ya bisa''nya melakukan hal itu kok nggak ada rasa malu , jengah dll saat mau menulis hal itu , malu karena itu nggak pernah mereka lakukan dan semua juga tau kalau itu milik PAGUYUBAN TERATAI HONGKONG , jengah karena saat pemilihan saja mengundurkan diri eh kok malah mengakui apa yang bukan miliknya , apakah ini namanya kalau bukan penghianantan terhadap diri sendiri , malu mengakui bahwa orang lain pun bisa melakukan sesuatu yang mungkin lebih baik , ini suatu perjalanan yang sangat panjang dan bila selama ini kami diam , membiarkan mereka berbuat semaunya itu bukan berarti kami kalah atau nggak berani membuka kenyataan tapi kami ngerasa kami teman sedharma nggak ingin mencari masalah namun ternyata inilah puncak dari kekesalan kami , bagaimanapun kami juga punya perasaan , kami punya hati , kami juga punya rasa sakit bila terus digigit , karena itulah sifat'' manusia , kalau nggak mau digigit ya jangan menggigit , dan bila akhirnya ada yang menulis di MEDIA HINDU tanpa sepengetahuan pengurus itu adalah hal yang wajar untuk memberikan pelajaran kepada mereka untuk lebih menghargai orang lain dan kepentingan orang lain bukan seenaknya sendiri , namun apa yang terjadi seperti pepatah yang mengatakan serapi''nya kita menyimpan bangkai pasti akan terkuak juga dan itulah yang terjadi karena surat itu banyak orang kebakaran jenggot , banyak yang marah dan mengumpat dengan kata'' yang kasar dan nggak pantas di ucapkan terutama dari pihak mereka IWHDI HONGKONG kalau hujatan itu diutarakan langsung dalam rapat masih bisa di hormati n di hargai tapi kalau lewat sms sungguh memalukan yang beraninya cuma di belakang layar inikan namanya orang berorganisasi . Bahkan dari pihat pusat jakarta PHDI utamanya tanpa meminta pendapat dari kami PAGUYUBAN TERATAI HONGKONG telah memberikan statemen yang seakan'' memihak satu nggak berada di tengah , padahal sebagai PHDI pusat seharusnya mencari akar dari permasalahan ini , mengapa sampai begini m mengapa ada yang menulis surat seperti ini , tentu ada alasan tersendiri , dan selama ini PHDI pusat jakarta hanya lah mendapatkan berita dari satu pihak saja nggak pernah mendapatkan berita dari kami karena menurut kami yang mengetahui setiap detil permasalahan intern di hongkong hanyalah kami yang mengalaminya tapi itu tak difikirkan dan di pertimbangkan oleh PHDI pusat , jadi ibarat anak kesayangan yang selalu di manja dan di pamerkan kesemua orang namun ternyata tiba'' anak kesayangan itu nggak seperti yang diinginkan bahkan sebaliknya , dan untuk mengakui dengan lapang dada atau menerima kenyataan ini terasa sangat memalukan jadi jalan terbaik adalah menutupi kesalahan yang jelas'' dan terbuka dan menyalahkan kami sekali lagi tanpa mengerti , mencari tau , memahami apa yang sebenarnya terjadi dalam permasalahan ini , dan kami rasa menjadi orang yang berani dan terbuka sepahit apapun , bertanggung jawab dengan apa yang telah di lakukan adalah sifat yang lebih ksatria dari pada mempertahankan demi rasa gengsi .
No comments:
Post a Comment